Change Your Life With Business

Perkembangan dunia industri di Indonesia saat ini sebenarnya cukup membahagiakan. Namun sayangnya, perkembangan tersebut tidaklah sebanding dengan jumlah lulusan baik di tingkat SLTA maupun perguruan tinggi. Hal ini pada akhirnya tentu akan menimbulkan permasalahan tersendiri, salah satunya adalah tingginya angka pengangguran di Indonesia karena banyaknya lulusan yang tidak terserap di dunia kerja.

Permasalahan tersebut sebenarnya sudah sangat dipahami baik oleh masyarakat, pemerintah maupun pelaku usaha itu sendiri. Namun dari waktu ke waktu ketiga unsur tersebut seakan-akan asyik dengan dirinya masing-masing, artinya mereka hanya memikirkan apa yang seharusnya mereka lakukan tanpa melihat keterkaitan diantara ketiga unsur tersebut.

Permasalahan pengangguran tersebut memang menjadi tanggung jawab kita semua sebagai Warga Negara Indonesia. Namun sebagai masyarakat yang sadar akan hal tersebut, sudah seyogyanya jika kita harus berbenah demi masa depan yang lebih baik. Kita tidak bisa semata-mata berharap dan menyalahkan baik pemerintah maupun pelaku usaha. Kita harus mampu mencari dan membuka jalan hidup kita sendiri, khususnya untuk bisa hidup layak dimasa yang akan datang.

Dalam hal mendapatkan income yang layak, maka saat ini masyarakat harus mulai berpikir positif dan menyadari bahwa ke depannya akan sangat sulit untuk bisa mendapatkan pekerjaan dengan kompensasi yang sangat layak. Kalaupun pemerintah berani menetapkan upah minimun sesuai keinginan para pekerja, pertanyaannya “Apakah para pelaku usaha mampu untuk mewujudkannya?” Dalam banyak kasus, tingginya upah minimum yang ditetapkan pemerintah justru menjadi buah simalakama baik bagi pekerja maupun perusahaan, sehingga banyak perusahaan yang gulung tikar.

 

Metamorfosis Kehidupan

Upaya paling tepat untuk mengatasi hal tersebut salah satunya adalah melakukan “metamorfosis kehidupan”. Artinya masyarakat harus berani untuk mengambil sikap dan melangkah keluar dari dunia kerja dan masuk ke dunia bisnis. Hal ini memang tidaklah mudah, khususnya bagi mereka yang sudah sekian lama berada dalam dunia kerja. Dibutuhkan kekuatan yang luar biasa bagi seseorang untuk pindah dari kuadran kiri ke kuadan kanan sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Robert Kiyosaki dalam bukunya Cashflow Quadrant yang sudah sangat banyak dipelajari orang.

Dalam buku tersebut, ia menyampaikan bahwa profesi seseorang dibagi menjadi 4 (empat) kuadran, yaitu:

  1. Kuadran E (Empolyee) adalah orang yang untuk menghasilkan uang, dia bekerja pada orang lain perusahaan. Mereka biasanya mendapatkan gaji bulanan sebagai upah mereka bekerja sesuai dengan yang telah disepakati bersama. Kelebihan orang yang berada di kuadran ini ia akan mendapat kepastian gaji setiap bulannya. Namun kelemahannya ia tidak memiliki kebebasan waktu, kebebasan finansial, nasibnya tergantung pada orang yang mempekerjakannya. Jika sudah tidak dibutuhkan, maka ia bisa saja diberhentikan sewaktu-waktu.
  2. Kuadran S (Self-Employeed) adalah orang yang memiliki pekerjaan profesioan seperti Dokter, Guru, Desainer dan sebagainya. Kelebihannya, orang di kuadran ini lebih memiliki kebebasan waktu maupun finansial. Semakin giat mereka bekerja, semakin besarlah penghasilan mereka. Kelemahannya, jika mereka sakit dan tidak bisa bekerja, maka mereka tidak mendapat uang sama sekali.
  3. Kuadran B (Business Owner) adalah orang yang masuk dalam kelompok pengusaha. Yang dimaksud dengan Buiness Owner oleh Robert T Kiyosaki adalah orang yang memiliki usaha yang bisa berjalan tanpa sang pemilik harus selalu hadir. Kelebihan, ia memiliki kebebasan menentukan berapa besar uang yang ingin didapat dan emiliki kebebasan waktu. Kelemahannya, jika gagal, resiko kerugian ditanggung sendiri.
  4. Kuadran I (Investor) adalah kuadran orang yang sudah punya cukup uang untuk diinvestasikan ke usaha orang lain. Di level ini mereka sudah tidak perlu bekerja. Uanglah yang bekerja untuk mereka. Mereka tinggal membeli produk-produk investasi yang tersedia seperti deposito, saham, obligasi dan sebagainya. Kelebihan, uang bekerja untuk kita (pasive income), Kelemahannya jika salah prediksi, uang bisa habis hanya dalam waktu yang singkat.

Terlepas apapun kelebihan maupun kelemahan masing-masing kuadran, sudah seharusnya jika saat ini kita semua mulai memperhitungkan kapan  kita bisa berpindah dari kuadran kiri yaitu sebatas sebagai pekerja maupun profesional ke kuadran kanan sebagai seorang pebisnis maupun investor.

 

Bagaimana cara untuk bisa pindah? Setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda-beda. Hubungi dan ikuti Personal Coaching Programs kami, jadilah pebisnis sukses di masa yang akan datang..!!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*