Home » Berita » 7 LANGKAH MENCIPTAKAN PELANGGAN LOYAL

7 LANGKAH MENCIPTAKAN PELANGGAN LOYAL

Posted by admin Categories: Berita

Setiap wirausahawan tentunya selalu memiliki keinginan agar usahanya tersebut dapat terus berkembang. Perkembangan usaha tersebut pada akhirnya akan berujung pada kelangsungan usaha. Salah satu yang dapat dilakukan oleh para wirausahawan, seperti telah disampaikan di atas adalah dengan memberikan pelayanan prima kepada para pelanggannya. Dengan pelayanan prima tersebut, maka para pelanggannya akan setia untuk terus menjadi pelanggan di perusahaan tersebut.

Namun demikian apakah pelayanan prima merupakan satu-satunya cara untuk bisa mempertahankan pelanggan agar tetap menjadi pekanggan yang loyal? Jawabnya tentu tidak. Pelayanan prima hanya merupakan salah satu program yang dapat digunakan oleh seorang wirausahawan untuk mempertahakan pelanggan. Disamping pelayanan prima sebenarnya masih banyak program lain yang dapat digunakan oleh para wirausahawan. Program apakah itu?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, seorang wirausahawan harus mengetahui dengan baik berbagai langkah yang harus dilakukan untuk bisa mendesain berbagai program yang dapat membuat pelanggan menjadi loyal. Dengan demikian, maka ia dapat mendesain program tersebut sesuai dengan keinginan pelanggan. Program-program tersebutlah yang pada akhirnya akan mampu membuat pelanggan tersebut tetap setia menjadi pelanggannya sampai kapanpun.

Dalam mendesain berbagai program loyalitas pelanggan, maka seorang wirausahawan dapat menggunakan “7 steps to create customer loyality program” seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Ketujuh langkah tersebut secara nyata dapat penulis jelaskan satu per satu sebagai berikut:

 

 7 Steps to Create Customer Loyalty Program

 Building Rapport

Merupakan kegiatan dimana seorang wirausahawan maupun para karyawannya seharusnya mampu membuat hubungan yang hangat (rapport) dengan para pelanggannya. Hubungan yang hangat tersebut pada akhirnya akan menjadikan para wirausahawan, karyawan maupun pelanggan menjadi sangat dekat.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang wirausahawan maupun karyawan untuk membangun hubungan yang hangat dengan para pelanggannya. Namun demikian pada prinsipnya, hubungan yang hangat tersebut akan terbangun jika antara wirausahawan, karyawan maupun pelanggan memiliki banyak kesamaan. Memaksa pelanggan untuk memiliki kesamaan dengan kita sebagai wirausahawan maupun karyawan sangatlah tidak mungkin. Oleh sebab itu, kita harus berusaha terlebih dahulu untuk membangun hubungan tersebut. Beberapa hal yang dapat disamakan antara lain sikap, perilaku, gaya bicara, minat, hobi, cara berpakaian, dan lain sebagainya. Dengan menyamakan beberapa hal tersebut, maka seorang pelanggan akan menjadi lebih tertarik dengan kita sebagai wirausahawan maupun karyawan. Pada akhirnya hubungan yang terjalin juga akan semakin dekat.

Digging Information

Setelah terjadi hubungan yang sangat dekat baik antara wirausahawan maupun karyawan dengan pelanggannya, maka biasanya pelanggan tidak lebih bersikap terbuka dan akan menganggap kita sebagai bagian dari hidupnya. Pada tahap ini, seorang wirausahawan harus mampu menggali berbagai informasi dari pelanggan tentang apa sebenarnya yang diinginkan oleh para pelanggan tersebut.

Layaknya seorang pelanggan, tentunya mereka memiliki berbagai keinginan maupun harapan atas apapun yang ada pada usaha yang dijalankan oleh seorang wirausahawan tersebut. Misalnya tentang kualitas produk yang harus ditingkatkan, pelayanan yang lebih baik, interior ruangan yang lebih elegan, fasilitas yang lebih memadai dan lain sebagainya.

Sebagai seorang wirausahawan maupun karyawan, maka mereka harus mampu mengumpulkan berbagai informasi tersebut dengan jelas dan lengkap. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi, diantaranya adalah:

1.  Ask Questions

Berikan beberapa pertanyaan kepada pelanggan, baik secara langsung maupun tidak langsung tentang apa yang mereka inginkan. Alangkah lebih baiknya jika seorang wirausahawan melakukan hal tersebut dalam kondisi yang santai sehingga para pelanggan tidak merasa sedang diwawancarai. Pertanyaan yang diajukan hendaknya berkisar hal-hal yang diinginkan pelanggan tentang usaha yang dijalankan tersebut.

2.  Active Listening

Dengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh pelanggan. Biarkan mereka bercerita tentang apa yang mereka inginkan. Memotong pembicaraan dengan pelanggan atau sekedar beradu argumentasi dengan pelanggan justru akan membuat semuanya menjadi sia-sia bahkan pelanggan akan merasa tidak dihormati. Jika perlu, mintalah beberapa pendapat lain untuk memperjelas penjelasan pelanggan tersebut.

3.  Braiding Communication

Cara lainnya adalah dengan menjalin komunikasi secara permanen dengan para pelanggan, misalnya dengan saling bertukar nomor telephon, PIN blackberry, email dan lain sebagainya. Dengan demikian maka seorang pelanggan dapat menghubungi wirausahawan tersebut dimanapun dan kapanpun.

Selanjutnya informasi yang telah diperoleh tersebut dapat diolah menjadi sebuah peluang yang dapat diciptakan oleh para wirausahawan. Atas dasar berbagai informasi itulah seharusnya seorang wirausahawan membuat berbagai program untuk mengembangkan usahanya.

Creating Programs

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang wirausahawan adalah mendesain berbagai program atas dasar keinginan pelanggan tersebut. Program tersbeut bisa saja berhubungan dengan produk yang dihasilkan, harga yang ditetapkan, promosi yang digunakan, lokasi usaha tersebut berada, karyawan, dan lain sebagainya.

Dengan mendesain program yang didasarkan atas keinginan pelanggan maka sudah pasti program tersebut akan diterima dengan baik oleh para pelanggan yang ada. Disisi lain, pelanggan juga akan merasa senang karena apa yang mereka inginkan akhirnya dapat dipenuhi oleh perusahaan. Jika ini telah terjadi, maka tidak akan ada lagi kesenjangan antara apa yang diinginkan pelanggan dengan apa yang diperoleh pelanggan. Dengan demikian maka tidak ada celah bagi para pesaing untuk merebut pelanggan tersebut serta tidak ada lagi alasan bagi pelanggan untuk meninggalkan perusahaan tersebut.

Sending Information

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang wirausahawan adalah mengirimkan informasi kepada pelanggannya atas berbagai program yang telah dibuat tersebut.  Dengan demikian maka para pelanggannya akan mengetahui dengan baik tentang program tersebut. Penginformasian dapat dilakukan dengan cara mengiklankan program tersebut melalui berbagai media yang ada baik media cetak, media elektronik, maupun dengan memasang berbagai baliho di tempat-tempat yang cukup strategis.

Jika cara tersebut dianggap mahal, maka seorang wirausahawan juga dapat melakukan penginformasian program terhadap pelanggan tersebut melalui berbagai media yang jauh lebih murah, misalnya dari mulut ke mulut, mencetak brosur, melalui berbagai jejaring sosial yang ada dan lain sebagainya. Yang terpenting bagi seorang wirausahawan adalah bukan media apa yang seharusnya mereka gunakan tetapi bagaimana informasi tersebut bisa sampai kepada para pelanggannya.

Following Up and Updating Info

Setelah wirausahawan tersebut menginformasikan berbagai program yang telah dibuatnya, maka ia harus menindaklanjuti informasi tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa para pelanggan telah mengetahui program yang dibuat tersebut dengan baik. Caranya dapat dilakukan dengan menanyakan langsung kepada para pelaanggannya.

Selain menidaklanjuti informasi tersebut, langkah lain yang harus dilakukan oleh seorang wirausahawan adalah memperbaharui berbagai informasi tersebut dengan cara meng-updates informasi yang disampaikan kepada para pelanggannya. Dengan cara ini maka diharapkan para pelanggan akan selalu mengetahui informasi atas program yang dibuat dan mengingatnya, sehingga ia akan tertarik untuk terus datang atau membeli produk yang ditawarkan atas dasar program tersebut.

Grading Customers

Merupakan langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang wirausahawan. Grading customers adalah tahapan penilaian pelanggan berdasarkan berbagai kategori dan bobot persentase yang ada misalnya jumlah pembelian (30%), periode pembelian (30%), besarnya pembelian (20%), rata-rata pembelian (20%) dan lain sebagainya. Setiap kategori tersebut dibagi lagi kedalam beberapa indikator, misalnya untuk jumlah pembelian dibagi kedalam indikator (4) Diatas 10 unit, (3) 8 – 10 unit, (2) 5 – 7 unit serta (1) Dibawah 5 unit untuk sekali pembelian. Demikian juga dengan kategori-kategori lainnya.

Langkah selanjutnya adalah menjumlahkan kategori-kategori yang diperoleh oleh seorang pelanggan tersebut serta mengalikannya dengan bobot persentase untuk setiap kategorinya. Dengan demikian akan diperoleh bobot untuk masing-masing pelanggan sehingga kita dapat mengetahui pelanggan tersebut apakah termasuk grade A, B, C, D atau bahkan E, dengan skor sebagai berikut:

  • Pelanggan grade A      skor 81 – 100%
  • Pelanggan grade B      skor 61 –   80%
  • Pelanggan grade C      skor 41 –   60%
  • Pelanggan grade D      skor 21 –   40%
  • Pelanggan grade E       skor   0 –   20%

Selanjutnya seorang wirausahawan harus bisa memberikan program penghargaan untuk masing-masing grade pelanggan. Tentunya kepada pelanggan grade A, B, C, D maupun E seorang wirausahawan harus memberikan penghargaan yang berbeda-beda, sehingga setiap pelanggan akan selalu termotivasi untuk meningkatkan grade-nya ke yang lebih tinggi lagi.

Disisi lain dengan adanya grading customers ini maka setiap pelanggan akan merasa lebih dekat dan menjadi bagian dari perusahaan. Hal i ni dikarenakan para pelanggan akan merasa lebih dihormati oleh perusahaan tersutama bagi pelanggan yang memiliki grade cukup tinggi.

Activating Community

Langkah terakhir yang harus dilakukan oleh seorang wirausahawan adalah membangun atau mengaktifkan komunitas para pelanggan yang ada. Setiap pelanggan biasanya memilihi hobi atau kesenangan yang berbeda-beda. Dengan adanya kesenangan tersebut, maka wirausahawan bisa membuat berbagai komunitas, misalnya komunitas olah raga seperti sepeda santai, badminton, futsal, dan lain sebagainya. Komunitas musik seperti band, karaoke, live music, dan sebagainya.

Dengan membangun komunitas tersebut, maka diharapkan setiap pelanggan bisa selalu aktif dalam komunitas yang dibentuk sesuai dengan kesenangan masing-masing. Komunitas ini tentunya akan menjadi wadah bagi para pelanggan yang ada sekaligus untuk membangun hubungan yang hangat (rapport) dengan para pelanggan tersebut.

Dengan mengikuti ketujuh langkah membangun pelanggan yang loyal tersebut maka diharapkan setiap usaha yang dijalankan oleh seseorang akan berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan dimilikinya pelanggan yang loyal pada setiap usahanya. Dengan adanya pelanggan yang loyal tersebut maka setiap wirausahawan akan lebih mudah untuk meningkatkan omzet penjualan sehingga usahanya akan terus berkembang.

 

Share

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Twitter updates

No public Twitter messages.

Popular Posts

BF Panjang k

Bisnis FRANCHISE

Saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang lebih menggantungkan hidupnya ...

Kepemimpinan k

LEADPRENEUR, Siapa b

LEADERSHIP...!!! Satu kata yang terkadang membuat banyak orang bertanya-tanya, “Apa ...

DD Tesis k

Jurnal: Pengaruh Bau

Perubahan pola konsumsi yang terjadi di masyarakat telah membawa dampak ...

Studi Kewirausahaan 50

Jurnal: Studi Kewira

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang belum menunjukkan kemajuan berarti, saat ...

E marketing k

E-MARKETING, Cara Mu

Perkembangan teknologi telah berdampak luar biasa dalam perkembangan bidang lainnya. ...

Sponsors

  • JOKO SOLO
  • unpab
  • FBI
  • DD